| |
| Sunday, July 19, 2009 |
| seharusnya tanpa judul |
 bismillahirrahmanirrahim janji itu senantiasa tergengam, tuk doa yang senantiasa terucap, dan ini bukanlah doa terakhir barokallahulakum wabaroka'alaikum wajamaah bainakum fikhair Ya Allah, kutitip doa yang tak terucap ini padaMu dan bantu aku menjaga janjiku atas lantunan doa yang tak pernah putus saling mendoakan, right ??? Labels: renungan |
posted by adhie @ 6:12:00 AM   |
|
|
|
| Thursday, July 19, 2007 |
| A BoX of TaNgO and sLiCe of BreaD |
alhamdulillah... sungguh hari ini dijalani lebih ringan, entah... mungkin karena ada semangat baru yang entah dari mana,
yang jelas... salah satu nasehat dari my lovey mom memberikan satu keteguhan hati
dan hari ini.... karena ngak sempat makan siang (asli, karena malas dan hujan, jadi ngak mungkin ke kantin) Bos ku memberikan dua potong roti bakar.... hem, kenyang dech rasanya. sekalian, tadi juga saya titip dibeliin tango ma temen yang turun makan ke soroako, di site susah dapat cemilan. tau ngak, tango rasa apa? STRAWBERRY JAM... lengkap dech kebahagiannku...
setidaknya, sakit kepala yang sering saya rasa tiap hari, sedikit berkurang...
semoga lebih bisa menata hati, lebih baik lagi. lebih siap menghadapi hari2 kedepan, yang mungkin tidak sesuai dengan harapan...
I will survive, and It should be...
bread, tango, and my nice times |
posted by adhie @ 1:37:00 PM   |
|
|
|
| Tuesday, July 10, 2007 |
| .::LaRi::. |
hem.... lari... mungkin itu yang saat ini kulakukan. mencoba mencari pelarian dari sebuah masalah yang sangat menyita hati dan pikiranku. terakhir, aku mencari schedule tarbiyah temen2. yahhh mencoba mencari pelarian yang lebih sedikit Islami, kata orang-orang.
tapi aku takut, karena Tuhan ku mengetahui... aku hanya ingin membuang kepenatan ku, dan tidak menghadirkan hatiku sepenuhnya,
aku pun takut, apa yang kudapat hanya seperti apa yang kuniatkan...
Maaf kan aku Tuhan, aku tak bisa bohong padaMu, ku ingin dekat dengan Mu, untuk satu hal, kedamaian hati |
posted by adhie @ 3:53:00 PM   |
|
|
|
|
|
entah kenapa... perut ku terasa mual... asli, pengen muntah... mungkin karena stres adja dengan beban2 akhir2 ini... tiap hari dengan keadaan yang sama, dengan asa yang tak kunjung tiba..
lelah... |
posted by adhie @ 3:33:00 PM   |
|
|
|
| Friday, July 06, 2007 |
| .::menata hati::. |
entah mengapa... dada ini terasa kosong... hemmm, bukan... tetapi justru penuh, dengan rasa yang tidak bisa kumaknai terasa ada beban yang sangat berat.
aku tidak ingin mengeluh... tetapi hari-hari lewat begitu saja terasa berat, tanpa makna.
ada jarak... antara kau dan aku, membuatku bingung, kemana akan kubawa rasa ini, menyandarkan hati, kemudian bercerita... tentang apa yang kurasa.
apakah aku menjadi orang lain? mungkin iya... entahlah... |
posted by adhie @ 4:47:00 PM   |
|
|
|
| Friday, May 25, 2007 |
| .::dan kaupun pergi::. |
Tit... tit... tit... 1 message received
“assalamualaikum.wr.wb. Pa kbr di? Ebho cuma mo ngasih tau kalo erna Danareksa kmrn meninggal dunia. Dulu prnh skntor kan? “
deg... ya Allah.... dan aku hanya mampu diam.
Kau pun pergi.... Tanpa sempat kumohon maaf padamu... Selamanya... Dan takkan kembali...
Innalillah Wainna Ilaihi Rojiun...... Telah berpulang ke Rahmatullah
Sri Ernaningsih Arifin
seorang kakak, seorang teman,
Kakak erna, Masih terasa nasi goreng yang pernah kau buatkan untuk ku... Masih terasa roti bakar yang sering kau buatkan untuk kami...
Selamat jalan kakak... maaf, aku belum sempat menjenguk pusaramu yang masih basah. |
posted by adhie @ 4:51:00 PM   |
|
|
|
|
| rekonsiliasi dalam bingkai penghambaan manusia |
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dalam proses penyusunan Laporan Keuangan, rekonsiliasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Melakukan rekonsiliasi berarti mencoba untuk membenarkan pencatatan semua transaksi keuangan yang ada di perusahaan dengan pencatatan Bank atas transaksi keuangan perusahaan. Pada prinsipnya, pencatatan Bank adalah selalu benar.
Berjalannya proses rekonsiliasi, menghasilkan outstanding items yang selanjutnya harus disesuaikan dengan jalan membuatkan penyesuaian (adjustment) atas kesalahan pencatatan tersebut.
Dalam akuntansi terapan di Indonesia kita mengenal yang namanya SAK (Standar Akuntansi Keuangan), di Amerika lebih dikenal dengan nama GAAP (General Accepted Accounting Principal). Standar inilah yang menjadi tolak ukur atau panduan proses pencatatan akuntansi di sebuah perusahaan. Standar ini pula yang menjadi “kitab” pembenaran atas penyajian sebuah Laporan Keuangan. Yang jelas, seimbangnya posisi debit dan credit menjadi hasil akhir sebuah Neraca Laporan Keuangan perusahaan.
Ini pula yang sering saya lakukan dan menjadi pekerjaan bulanan saya. Rekonsiliasi bank, dimana saya harus mencocokkan antara pencatatan di General Ledger kami dengan Pencatatan yang ada direkening Koran perusahaan saya. Hingga kemudian terbersit di pikiran saya, bahwasanya dalam hubungan kita kepada Allah SWT ternyata kita pun melakukan rekonsiliasi.
Our General Ledger (Buku Besar Pribadi kita)
Dalam kehidupan sehari-hari, tiap perbuatan, perkataan, bahkan tarikan nafas pun menjadi bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT. Tiap-tiap apa yang kita lakukan, pikirkan dan niatkan telah dicatat oleh Allah SWT oleh dua “akuntan” handalnya yaitu Rakib dan Atib. Sekarang bagaimana kita? Siapa akuntan kita? Yang pasti itu adalah diri kita sendiri.
Sungguh Maha Adil Allah SWT, Maha Sempurna Ilmu-Nya dan Maha Mengetahui Dia akan setiap hal yang terjadi di dunia ini. Bahkan segala yang melata di dunia inipun tak luput dari Perhatian-Nya. Sebagai manusia, kita tentu sadar, betapa tatapan Allah SWT melekat pada kita. Bukankah Dia berada lebih dekat dari urat nadi kita sendiri. Dan bukankah, malaikat-Nya senantiasa berada di sisi kiri dan kanan kita. Sehingga bagaimana kita mungkin akan melakukan pemungkaran atas catatan Allah SWT terhadap kita. Tiap orang memiliki catatan tersendiri dalam “General Ledger” Allah SWT. Dan tak ada yang luput dari pencatatan Dia. Bahkan niat kita pun telah dicatat oleh-Nya. Dan Allah SWT Maha Adil. Sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Mulk ayat 1-3.
1. Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, 2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, 3. Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
Itulah kekuasaan Allah SWT. Dan dia Maha Penentu atas segala sesuatu. Sekarang tinggal keyakinan kita semua, keimanan kita yang menjadi landasan atas ke-Esaan Allah SWT bahwa Dialah Yang Maha Adil dalam segala hal dan tidak ada yang luput, lepas dari Mata-Nya dan kemudian tidak dicatat dalam “Ledger” kita masing-masing.
Rekonsiliasi sebagai pencocokan pencatatan dua “Buku Besar”.
Kita sebagai manusia senantiasa dituntut untuk melakukan evaluasi atas diri kita, amalan-amalan kita, dosa-dosa yang pernah kita lakukan serta sejauh mana ibadah kita. Allah Menyuruh kita untuk melakukan evaluasi tersebut dan hasilnya menjadi penilaian pada diri kita sendiri. Kita pun telah membuat “General Ledger” sendiri sehingga kita sangat mengetahui bagaimana kualitas ibadah kita, sejauh mana kemurnian niat kita, dan sudah sekeras apa kita berusaha untuk terus beribadah dan beramal soleh guna mendapatkan Syurga kelak.
Tapi kita pun sadar, kita adalah manusia biasa. Bukan malaikat yang ditakdirkan Allah untuk selalu benar, ditakdirkan untuk senantiasa beribadah kepada-Nya, siang dan malam, tanpa pernah berpikir untuk membantah. Tetapi kita adalah manusia, makhluk yang berpikir dan berkehendak, namun terkadang lupa akan kewajibannya sebagai manusia untuk menjadi Khalifatan fin Ardhi dan hanya senantiasa beribadah kepada Allah SWT. Dalam Al-qur’an surah Adz-Dzariyat ayat 56, disebutkan tugas Jin dan Manusia :
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
Tetapi kita sering lupa akan hal tersebut. Sering lalai dan terlena atas kesenangan dunia semata. Hal itu yang kemudian menjadi catatan negatif dalam pencatatan di General Ledger kita. Hasilnya…? Yup, kita pasti sadar bahwa sesuatu yang kita kerjakan, namun tidak di Ridhoi Allah SWT, adalah dosa buat kita. Bukankah kita ingin menghadap kepada Allah SWT dalam keadaan “untung”. Dan perdagangan yang menguntungkan kita adalah perdagangan kita kepada Allah SWT, yakni dengan “menjual” diri kita kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan keimanan, dan keuntungan itu tercatat rapi dalam “General Ledger” kita. Untuk itulah, melalui evaluasi terhadap diri kita, berarti kita telah merekonsiliasi pencatatan pribadi di dalam General Ledger kita. Sehingga kita tahu kualitas diri kita sendiri. Yang jelas, seperti prinsip umum proses rekonsiliasi, bahwa Catatan Allah SWT adalah selalu benar, tanpa cacat sedikitpun. Proses merekonsiliasi inilah nantinya yang menghasilkan outstanding items, berupa kesalahan, dosa besar maupun kecil, kekhilafan, yang menbutuhkan yang namanya penyesuaian (adjustment).
Adjustment (penyesuaian pencatatan buku kehidupan anak manusia)
Adjustment dalam bahasa akuntansi adalah penyesuaian atas kesalahan pencatatan laporan keuangan. Kesalahan pencatatan itu bisa karena human error, system error, ataupun peraturan yang berubah. Proses penyesuaian ini, atau mungkin tepatnya adalah pembetulan, pada akhirnya bertujuan untuk menampilan laporan keuangan yang lebih reliable dan bisa dipercaya.human error tak mungkin hilang dari namanya manusia. Untuk meminimalkan itu, maka ada dua standar yang disiapkan Allah SWT sebagai general accepted principal untuk berhubungan dengan Allah SWT berserta makhluknya. Yaitu Al-Quran dan As-Sunnah.
Terus kaitan penyesuaian terhadap hubungan kita kepada Allah SWT seperti apa? Dan mengapa harus ada istilah adjustment dalam Hablumminallah kita. Bagi kita manusia, berhadapan dengan Allah dalam keadaan penuh amalan di hari penghisapan nanti akan lebih baik. Terus seperti apa wujud adjustment itu ? Contoh kecil, Ubadah bin Ash-Shamit r.a. menuturkan : ‘barang siapa yang bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwasanya Isa adalah hamba Allah SWT, Rasul-Nya dan Kalimat-Nya, dan (bersyahadat) bahwa syurga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam Syurga seberapa pun amal yang telah diperbuatnya” (HR. Bukhari Muslim, disadur dari buku Penjabaran Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad bi Abdul Wahab).
Contoh ini mampu menyakinkan kita, bahwa manusia manapun mampu meraih syurga. Sekecil apapun amalnya. Ini berarti kita disuruh untuk melihat kembali pembukukan kita dalam general ledger kita. Sebesar apakah amalan kita. Jika ternyata sedikit, pasti bukan jaminan masuk syurga. Tapi kita masih tetap ingin menjadi penghuni syurga, maka melakukan adjustment atas amalan kita menjadi alternatif terakhir, yakni dengan bersyahadat di akhir khayat kita. Bukankah Allah SWT menjamin tiap manusia yang diakhir khayatnya mampu melafaskan La Ilaha Illallah Muhammadarrasulullah, maka dia dijamin masuk syurga. Dan inilah sebaik-baiknya adjustment atas general ledger amalan kita.
Melakukan rekonsiliasi berarti melakukan evaluasi atas amalan-amalan kita. Menjadi bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT sebagai khalifatan fil ardhi. Pemimpin di muka bumi ini yang nantinya akan dihisab. Wallahualambisawab.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. |
posted by adhie @ 4:45:00 PM   |
|
|
|
| Thursday, May 24, 2007 |
| Disconnected |
Mayde mayde mayde.......
-SOS MESSAGE-
ti...tit. ti...tit. ti...tit.... please help me, help help he...tiiiiiitttttttttt
and I am lost |
posted by adhie @ 11:39:00 AM   |
|
|
|
|
| .::menyapa Tuhan::. |
Tuhan... Aku mohon maaf. Aku lelah... Aku ingin berhenti sejenak.
Tapi jangan marah Tuhan... Aku bukan ingin pergi, Aku cuma ingin... Hati dan perasaan ini baik lagi... Karena mereka lagi terluka, Kemudian datang pada Mu dengan tenang... |
posted by adhie @ 8:57:00 AM   |
|
|
|
| Friday, May 18, 2007 |
| BOOMMMMM...... |
seperti bom waktu, dan mungkin hari ini dah waktunya meledak. rasa kesel yang coba ditahan selama ini akhirnya meledak juga... buntutnya.... I decide not to activate my cellphone. sorry buat para fans, tmen2 juga. kalo ada apa2 silahkan si shout ku adja or email me.... satu masalah yang hari ini sangat tidak mengenakkan. saya minta mama untuk ke rumah ustad. biasa... minta tolong untuk dibuatkan surta pengantar titttttttt (out off the record). pas tadi nelpon kata mama, "beres... ustad bilang silahkan langsung ke pak bahar". tapi perasaan yang kuat mengatakan kalo mama bohong, dan buktinya. beberapa menit kemudian setelah saya desak, beliau bilang dia belum ketemu ustad. dan saya sangat kecewa. wajarkah saya kecewa dengan mama saya???? say tau, hubungan kami agak "retak" dengan ustad. tapi saya coba membangun hubungan baik lagi dengan beliau. justru saya minta tolong ke mama,adalah hanya untuk menyambung tali silaturrahmi dengan ustad kembali. setidaknya dengan mengurus surat itu, ada "batu" penghalang yang ingin saya pecahkan. kebekuan diantara mama dan ustad. tapi seperti sebelumnya, saya dibohongi lagi. dan saya sangat kecewa. bukan maksud untuk memaksakan kehendak ke mama, tapi mencoba mengkomunikasikan maksud saya. dan ternyata itu pun sangat susah. sekarang dah terlanjur.. mama dan langsung ke pak bahar tanpa melalui ustad, dan rasanya itu tidak enak banget buat saya.
dan..... again..., standar ganda. hahhhhhh saya dah terlalu lama ingin membuang kata2 itu dari kepala saya. tapi kok susah yach. justru hari ini, karena "Standar ganda" itu pula yang membuat hari ini ngak enak. up to you lah... hanya itu yang bisa saya lakukan. mana hari ini jumat lagi... rencana ingin pulang ke makassar hari ini rasanya akan gagal lagi. minggu kemarin adja, tiba2 saya batalkan untuk pulang hanya karena 1 hal yang sangat membuatku tidak enak, dan saya juga tidak mungkin pulang dengan perasaan tidak enak. hari ini.... ahhhhh terserah lah. kadang cape memikirkan kenapa orang2 tidak coba memahami perasaan dan maksud kita. biarlah... jujur bosan juga nulis segala hal yang menjatuhkan semangat pembaca blog ini. tapi namanya blog, personal online diary. so, semau saya isi apaan.... afwan nach pemirsa.... nanti akan ada ulasan tentang hal lain. yang jelas (semoga) bukan masalah ini lagi. |
posted by adhie @ 1:14:00 PM   |
|
|
|
|
|
|