halte itu...
banyak orang yang datang,
berteduh di bawahnya,
atau sekedar mencari rezeki disekitarnya.
banyak pula orang yang datang dan pergi disetiap harinya.
ada yang membersihkannya... ada pula yang mengotorinya.
namun halte itu diam saja,seakan pasrah apapun yang terjadi padanya...
aku itu.... ya aku.
tidak banyak orang yang datang dan pergi dariku,
mereka datang mencari keteduhan,
atau sekedar mencari rasa tenang dariku,
mereka datang sebagai teman, sahabat,
atau kalo mau sedikit beruntung... mereka hadir dengan cinta
lalu kemudian ada yang pergi....
dengan isyarat, ataupun tiba-tiba.
yang tinggal hanya kisah, entah senang ataupun sedih.
namun akupun tetap diam, tapi tidak untuk pasrah.
aku dan halte bus.....
mungkin kisahnya sama, cuma ada sedikit perbedaan.
aku masih punya rasa....
aku dan halte bus
puisi cinta seorang akuntan
Wahai belahan jiwaku...
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku
Wahai kekasih hatiku...
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva
Wahai mutiara kalbu ku
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu.
I call it "closing time"
coba tunjuk satu bintang untukku
Em, tulisan kali adalah tentang bintang dan cita-cita
Waktu kecil dulu sampe sekarang, saya sering mendengar ungkapan “gantungkan cita2 mu setinggi bintang di langit”. Ungkapan itu tuch sudah terlalu sering saya liat juga di buku-buku, artikel-artikel, radio dan TV. Pasti ada saja ungkapan seperti ini.
Satu pertanyaan yang mengusik saya adalah bintang yang mana yang menjadi ukuran kita kalo cita-cita kita sudah tinggi . apa memang benar kalo bintang yang jadi ukuran kita itu ada.
Hehehe pertanyaan bodoh memang…, kan tiap malam kita liat bintang ??? Kalo langit cerah dan tidak berawan (yang jelas cerah ngak bakalan berawan hehehe) pasti ada adja bintang di langit yang kita liat. Jumlahnya sampai ngak bisa teritung, tapi jawaban yang cerdas mengenai jumlah bintang adalah sama jumlahnya dengan segenggam pasir yang ada ditanganmu (kata Abu Nawas nie).
Tapi Abu Nawas ngak pernah menjawab apakah bintang itu ada apa ngak???
Sampe akhirnya fisikawan terkenal kita merumuskan kecepatan cahaya. Einstein dengan hukum relativitasnya mengatakan kalau kecepatan cahaya itu adalah 3 x 10*8 meter / detik. Dan di berbagai artikel mengatakan klo' jarak bintang itu ada yang sampai berjuta-juta tahun cahaya kan dari pupil kita (bukan dari bumi loch, kan mata kita yang melihat bintangnya hehehehe)!!!!
Nah…. Dari sini kemudian saya berpikir, ternyata bintang yang kita liat tiap malam itu ada sebagian yang tidak ada, dan jangan sampai pada waktu kita mengedipkan mata kita, bintang yang kita liat sedetik lalu itu telah hilang, entah karena meledak,atau mengalami proses alam yang lainnya. Bahkan.... bisa jadi bintang yang kita liat tadi malam ternyata emang ngak ada sejak kita belum lahir.....
Pasti ada yang bertanya kenapa???? Jawabannya singkat saja. Karena cahaya dari bintang itu membutuhkan waktu yang berjuta-juta tahun lamanya untuk sampai ke pupil kita. Jadi mungkin setahun cahaya yang lalu bintang itu telah hancur, tetapi cahaya yang di pancarkan baru sampai ke pupil kita yahh.... sekarang ini.
Jadi..... Kesimpulannya, ngak salah juga ungkapan tadi, “gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit “ tapi tetapkan bintang mu yang mana yach.....!!!!!
Wasalamu Alaikum Wr Wb.

recovery....
saya beri judul tulisan saya kali ini recovery. bukan tanpa sebab saya mengangkat tulisan ini, sebabnya yach karena saya suka (hehehe....).Di sisi lain juga karena ada sejarahnya...
tapi sebelumnya saya ingin menjelaskan dulu beberapa terjemahan kata recovery ini (ref-kamus John M. Echols & Hassan Shadily, edisi bajakan hehehehe). Menurut Beliau-Beliau ini, Recovery itu berarti kesembuhan,penemuan kembali, atau menemukan kembali jenazah (ihhhhh takuttttt.... :D ). Jadi temen2 sekalian bisa menggunakan kata ini tergantung kebutuhan anda hehehe.
Itu beberapa terjemahan mengenai kata ini. Tapi bagi saya, kata recovery itu besar banget maknanya. Makna itu akan saya tuangkan dalam tiga bagian, as past, as is, dan as to be (chiye... bahasanya rada' intelek niey....)
as past (seperti dulu)
waktu saya ospek dulu difakultas ekonomi UNHAS, temanya adalah recovery. Terus baliho itu seperti gambar di atas, warna hitam terus di tengahnya ada warna putih. Kata senior dulu, kamilah warna putih itu, seolah2 kami berada di tengah2 sesuatu yang carut marut,kacau, dan "hitam". Tapi kami harus "memutihkan" yang hitam itu. semakin banyak kami, maka akan semakin banyak putih kan??? makanya waktu ospek dulu, kepala kami di botak, tapi ada rambut hitam yang didesain bulat hitam tersisa dibagian belakang kepala kami (yang ahwat tidak mungkin hoiii). Biar ada "target point" kalo ngelempar sesuatu hehehe (just kidding senior....). tapi terlepas dari semua itu, kami di harapkan untuk menjadi agent of change (chiyyeeee....), berada pada peran kami sebagai mahasiswa yang mampu memberi perubahan terhadap lingkungan disekitar kami. Tapi perubahan apa dulu....
as is ( sekarang nie.... )
emmm, bicara sekarang... mungkin kata yang paling tepat sebagai alasan di balik kata recovery ini adalah kebimbangan. Ingin menemukan hidup yang lebih baik. terlalu banyak pertanyaan mengenai hidup ini, apakah sudah baik, dah seusia dengan kaidah agama Islam, UUD 1945 dan hukum2 penjelasannya, dan banyak lagi. Kemudian saya mencoba untuk mereview semuanya... dan menemukan bahwanya saya "sakit" dan harus di sembuhkan , di situlah terjadi recovery (dalam artian cepat "sembuh" loch.....). mungkin dengan bergaul dengan tmen2 yang baik, belajar agama (ada yang mau bantu....), olah raga, kerja yang baik dan dapat gaji gede hehehehe, Dll yang baik2 pokoknya. sehingga pada akhirnya menjadi manusia yang berakhlak mulia... amin.recovery juga seperti yang dilakukan INCO sekarang dengan menanam sejuta pohon (itu reboisasi yach..... 8) )
as to be ( nanti nie....)
yang paling ke nanti adalah yang baik2 tadi. Pada bagian ini lebih mengena pada dampar recovery yang saya lakukan, buat orang lain, diri sendiri khususnya.
Pada akhirnya, semua uraian di atas bisa menjadi sedikit alasan bagi saya untuk manjawab pertanyaan mengapa saya mengangkat tema ini. RECOVERY, Bukan sembarang pilihan (kayak iklan adje hehehehehe).
Tiap orang juga bisa memaknai hidup ini dengan kata,warna,atau apa saja. Dan pasti juga andakan???
smape jumpa ditulisan selanjutnya....
sebuah pelajaran hidup mengajarkan kita tentang bagaimana menghargai waktu..., menghargai sesuatu yang tidak akan pernah kembali saat kita lewatkan.... sebuah ungkapan sederhana mungkin... "berdamailah dengan waktu".manfaatkan dia... sesingkat apapun itu, karena sedetik yang telah lalu tidak akan pernah kembali kan???
